Pemuda adalah generasi bangsa dimasa depan, sebuah pondasi yang akan mengokohkan dan memberikan pengaruh besar bagi setiap bangsanya. Dapat kita lihat melalui proses berdirinya Negara Indonesia, tentunya terlahir atas dasar pejuang pemuda yang begitu gigih dan berani. Terbukti dengan terciptanya sumpah pemuda, pancasila, dan UUD 1945. Lalu apakah kita menganggap sebelah mata semangat dari generasi muda Indonesia ? Tentu saja tidak, pemuda akan menjadi tombak utama untuk menembus setiap gerak-gerak bersama visi yang telah disepakati oleh para pendahulunya.

            Ir. Soekarno pun pernah menyatakan sesuatu tentang pemuda yaitu “… Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”. Sejalan dengan apa yang ditulis oleh Marzuki Wahid dalam tulisannya, bahwa pernyataan historis beliau yang memposisikan pemuda dalam kelompok strategis. Namun potensi pemuda ternyata bak pisau bermata dua, bisa mengguncangkan dunia dengan sesuatu yang produktif, konstruktif, dan transformatif, serta bisa juga sebaliknya untuk kepentingan destruktif, anarkis, dan teroris (Marzuki Wahid, Blakasuta 2016).

            Kemudian, ketika kita melihat secara filosofis Negara kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terbesar di seluruh dunia. Dari sabang sampai merauke ada sekitar 17.504 pulau yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Diluar daripada itu, wilayah Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam yang terhampar di bumi pertiwi ini. Indonesia juga memiliki banyak kekayaan budaya yang beranekaragam dan juga karakter bangsa Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, toleransi dan rendah hati. Sebagai warga Indonesia hendaknya mengetahui tentang seluk beluk Negara Kesatuan Republik Indonesia beserta segala kekayaan alam, ragam budaya dan karakter luhur yang semestinya perlu dilestarikan bersama.

            Bangsa Indonesia terlahir sangat unik, hadir dengan keanekaragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan daerah asal yang tersebar luas disetiap polosok Tanar Air Indonesia. Maka dalam ribuan pulau ini, kita perlu menyepakati suatu cara hidup bersama dalam kebhinekaan sebagai warga negara suatu bangsa. Salah satu cara hidup bersama itu adalah cara pandang tentang diri dan lingkungan dalam mencapai tujuan nasional. Seiring berjalannya waktu, makna Bhinneka Tunggal Ika semakin luntur, terperas dengan arus zaman bahkan kering tidak tersisa. Terlihat dari kecondongan terpecah belah, individualis dengan dalih daerah, perbedaan SARA, bahkan kurangnya sikap tolong menolong atau gotong royong yang tertanam pada setiap insan. Banyak anak muda yang kurang mengenal makna Bhineka Tunggal Ika, banyak orang tua lupa akan kalimat sakral ini, telah menjadi permasalahan yang dapat dilihat secara kompleks, sebab kalimat ini telah mampu menjadi dasar bangsa Indonesia. Ikrar yang ditanamkan jauh sebelum Indonesia merdeka terancam memudar begitu saja.

            Diskusi intelektual dalam merefleksikan Bhineka Tuunggal Ika terus digelar oleh para pemuda, merumuskan suplemen yang sesuai untuk diberikan untuk masyarakat Indonesia akan Pentingnya nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dalam perwujudan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sudah sepatutnya kita sebagai pemuda mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari, contohya dengan cara bertoleransi hingga terciptanya perdamaian. Toleransi merupakan sifat dasar masyarakat Indonesia yang memiliki arti saling menghormati antar agama, suku bangsa, menghargai hasil karya orang lain, bergotong royong membangun bangsa tanpa memandang perbedaan suku dan agama yang ada, tidak saling membedakan bahkan mencaci karena hal ini dapat menimbulkan konflik dan menjadi sumber atau awal pemecah kesatuan bangsa.

            Kedepannya pemuda akan banyak menghadapi hiruk-pikuknya kehidupan terhadap hadirnya permasalahan-permasalahan kebhinekaan yang berhubungan dengan perdamaian, maka sudah seharusnya kita mampu mempersiapkan apapun yang terjadi beberapa tahun kedepan. Dalam tahun ini, tepat 17 Agustus 2020 Indonesia telah menginjak 75 tahun kemerdekaannya, maka ini adalah momen penting untuk melihat sudut pandang kemerdekaan yang sedikit berbeda, yaitu dengan mereflksikan Bhineka Tunggal Ika dan menanamkan semangat untuk menjaga keutuhannya. Adapun langkah strategisnya, yaitu dengan adanya kembali kampanye tentang merefleksikan Bhineka Tunggal Ika Indonesia dengan cara mengimplementasikan bhinneka tunggal ika dengan sungguh-sungguh didalam kehidupan sehari-hari.

            Maka anak muda harus dapat mengaplikasikan nilai-nilai kebhinekaan. Dengan adanya perbedaan, maka hal tersebut harus membawa kedamaian dan menciptakan kesatuan serta persatuan, hingga menumbuhkan rasa toleransi untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang harmonis dan cinta kasih sayang dengan sesama.

Sumber Rujukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *