Demokrasi ialah suatu sistem pemerintahan atas rakyat yang menginginkan kedaulatan dijalankan oleh sebuah negara dapat terwujud adil dan makmur. Kedaulatan itu menjadi cita-cita bersama bagi rakyat yang memiliki hak politik secara penuh untuk menentukan pilihan politik sebagai contohnya ialah memilih kepemimpinan dalam suatu negara di ajang kontestelasi politik Pemilu (Pemilihan Umum) atau Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) biasanya dilaksanakan lima tahun sekali dalam satu periode. Kepemimpinan yang diinginkan ialah memiliki keberpihakan pada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan ras, golongan, suku, kelompok dan agama. Pemimpin yang mempunyai jiwa integritas, loyalitas dan totalitas. Sehingga mampu mengakomodir serta menjawab seluruh persoalan yang dihadapi oleh rakyat dan menjadi penyambung lidah rakyat.

          Di Indonesia ajang kontestasi tersebut tentu menjadi persaingan sengit baik bersaing program hingga modal yang sangat besar dikeluarkan sebagai syarat mahar politik. Para calon kandidat biasanya diusung melalui perahu politiknya yakni Partai Politik yang melibatkan diri sebagai syarat persetujuannya. Masing-masing calon kandidat yang diusung tentunya giat melakukan kampanye dengan spanduk baliho pajangan, penyebaran pamflet berisi visi-misi baik dilakukan melalui media sosial maupun didunia nyata bersama rekan-rekan Timses (Tim Sukses) hingga membentuk posko pemenangan. Berdasarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Pilkada serentak 2020 digelar di 270 daerah yang terdiri atas 9 Provinsi, 37 Kota dan 224 Kabupaten . (sumber : data tirto.id).

          Di Kaltim ada beberapa daerah terdiri dari sembilan Kabupaten/Kota yang sedang melaksanakan Pilkada diantaranya Pilbup (Pemilihan Bupati)/ Pilwali (Pemilihan Walikota) di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Paser, Mahakam Ulu, Berau, Bontang, Balikpapan, dan Samarinda.

          Namun tahun ini agak sangat berbeda dari tahun sebelumnya, dengan kondisi wabah global pandemi covid-19 memberikan efek yang amat terasa. Mulai dari mekanisme hingga teknis dalam pelaksanaan Pemilu cenderung bersifat antisipatif hingga safety ketat. Misalnya mematuhi aturan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah dengan berjaga jarak, menggunakan masker, menggunakan hand sanitizer, cek kesehatan suhu tubuh hingga swab dan lain sebagainya agar dapat lolos ke tahapan selanjutnya. Tentu saja kendalanya ialah kesulitan dalam mengumpulkan jumlah masa yang sangat besar seperti proses kampanye-kampanye yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Walau kondisinya demikian, bukan berarti Calon Kandidat berhenti melakukan aktivitas gerakannya, akan tetapi tetap mencari cara untuk melibatkan partisipasi rakyat sebanyak mungkin dengan mempromosikan figur-figur yang ada.

          Selain itu, kita ketahui bersama bahwa dunia politik tidak boleh dicampuradukkan dengan agama, suku, golongan ras, etnis tertentu. Sangat rentan jika dalam ajang Pilkada ini ditarik dengan lemparan isu yang bernuansa profokatif di bumi etam yang heterogen serta sangat beragam budaya ini. Menjaga kondusifitas harus kita ciptakan dengan semangat persatuan dan menjunjung nilai Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa kita. Prinsip kemanusiaan dan masa depan bangsalah yang harus kita utamakan demi memajukan daerah yang mampu berdikari. Beda pilihan tapi tentunya memiliki moto yang searah. Sebab nasionalisme yang kita anut ialah menolak penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa serta peghisapan terhadap golongan tertentu. Maka sudah keharusan kita untuk bersepakat mengentaskan kemiskinan yang terjadi dan penindasan yang selama ini dihadapi oleh segenap rakyat serta menghindari intoleransi.

           Tentunya Pilkada ini sebagai momentum kita bersama untuk memilih pemimpin masa depan yang mampu memikirkan nasib rakyat dan arah bangsa dengan bersaing secara ide, gagasan dan pemikiran maju sebagai solutif. Tugas kita terutama kaum muda ialah menjaga persatuan bangsa dengan menebarkan pesan-pesan perdamaian yang bersifat edukasi pendidikan politik untuk mencapai kesadaran politik bagi rakyat Indonesia.

 

MERDEKA…!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *