Setiap agama pasti mengajarkan tentang pentingnya bertoleransi dan saling menghormati satu sama lain. Hal itu adalah kunci utama untuk mewujudkan suasana damai disekitar kita, karena kita semua dilahirkan dengan suku dan agama yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang sering memicu konflik dan membuat kita terpecah belah.

            Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda menjadi salah satu kelurahan yang sudah sejak lama menerapkan toleransi beragama dan saling menghormati satu sama lain. Seperti contoh, di sana ada gereja yang dikelilingi oleh umat Muslim dan selama ini tidak ada masalah.

            Pada tanggal 23 Oktober 2019, Wakil Walikota Samarinda M. Barkati meresmikan Kelurahan Sindang Sari sebagai Desa Sadar Kerukunan atau Kampung Toleransi. Dengan harapan hal ini sebagai contoh masyarakat daerah lain agar dapat menerapkan toleransi dan menciptakan suasana damai di sekelilingnya.

            Perbedaan tidak dapat kita hindari, tetapi bisa menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. Dengan kehidupan yang penuh toleransi dapat memberikan dampak positif bagi kita semua.

            Dari Kampung Toleransi ini pula, akan lahir bibit-bibit unggul kebhinekaan, karena sejak kecil masyarakat sudah terbiasa dengan toleransi antar sesama. Semoga dengan adanya Kampung Toleransi ini dapat merubah suku dan agama menjadi keindahan yang menjadikan Kota Samarinda sebagai kota yang penuh dengan toleransi yang selalu menghargai keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *