Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara serentak akan melaksanakan Pilkada pada tanggal  9 Desember 2020. Dan Pilkada tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya karena dilaksanakan pada masa pandemi, ini menjadi sejarah pertama ditahun 2020. Kebetulan dimasa pandemi merupakan momen yang berbeda karena dalam pelaksanannya akan menjadi dasar dan pijakan bagi generasi mendatang jika dihadapkan dengan berbagai situasi.

          Pelaksanaan pilkada ditengah pandemi ini menjadi pertaruhan besar, bukan hanya generasi sekarang tapi juga menjadi warisan untuk generasi mendatang. Semoga ditengah pandemi ini tidak akan menyulutkan semangat pemuda Indonesia dalam menyuarakan hak pilihnya.

          Dimasa menuju Pilkada ini, sering kita jumpai banyak sekali perbedaan yang dapat menimbulkan konflik. Salah satunya adalah perbedaan dalam memilih calon kepala daerah. Setiap orang memiliki hak pilih dalam menentukan siapa calon yang akan memimpin daerahnya, dan tentunya setiap orang juga memiliki alasan tersendiri mengapa memilih calon tersebut.

          Dengan adanya perbedaan tersebut, semoga kita bisa saling menghargai keputusan satu sama lain. Jangan sampai karena perbedaan ini, kita tidak bisa menjaga perasaan orang lain.

          Gimana caranya menjaga toleransi walaupun kita berbeda pendapat dalam memilih?  Dengan cara menjaga silahturahmi dan menghargai keputusan dengan bijak, janganlah terlalu meninggi – ninggikan masalah karena setiap orang juga memiliki hak untuk berpendapat dan hak menyuarakan suaranya. Jadi bertoleransi lah ya.

          Salinglah menjaga perasaan satu sama lain dengan tidak menjelek–jelekkan pendapat orang. Dengan begitu, hidup akan menjadi damai saat kita bisa menerima pendapat orang lain dan menjaga toleransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *