Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, sekitar 17.500 pulau telah tercatat dari sabang sampai merauke,  tiap pulau di Indonesia memiliki keanekaragaman yang berbeda-beda. Tak hanya keragaman suku dan budaya, namun juga keberagaman dalam beragama.

Berdasarkan sila ke satu, yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Indonesia mewujudkannya dalam pasal 28E Ayat (1) UUD 1945, yang menyatakan setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya. Hingga saat ini terdapat 6 agama yang diakui oleh negara Indonesia, antara lain adalah Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Berdasarkan pada keberagaman agama di Indonesia, toleransi menjadi sebuah tugas yang cukup serius untuk digarap dalam kehidupan bermasyarakat. Rasa toleransi harus dipupuk sejak dini guna mewujudkan perdamaian dan menghindari kerusuhan berkaitan dengan agama.

Bersamaan dengan masalah toleransi, tepatnya setahun silam pada akhir agustus 2019 lalu, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Samarinda melaksanakan kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim untuk menjembatani segala perbedaan melalui pendekatan dialogis antar kaum milenial pemeluk agama di Kalimantan Timur agar hidup tentram, rukun dan damai melalui Sekolah Keberagaman.

Berdasarkan kutipan dari Humas–IAIN Samarinda, Sekolah Keberagaman diikuti oleh pemuda dari enam agama yang diakui secara resmi di Indonesia. Dalam sekolah keberagaman terdapat dialog antar umat beragama guna meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama. Dialog yang ada dikemas sebagai wadah untuk saling mengenalkan dan memahami realitas sosial yang ada pada tiap agama. Hal ini dimaksudkan guna mewujudkan  kesepahaman dalam beragama, yakni penguatan pada  tujuan internal semua agama yang bermuara pada kehidupan yang damai, aman dan harmonis sebagaimana yang menjadi cita-cita luhur sebuah agama.

Sekolah keberagaman yang telah dibentuk merupakan wujud toleransi dalam menciptakan kedamaian dalam beragama di Indonesia. Hal ini perlu diketahui oleh generasi milenial dan masyarakat luas guna menciptakan kedamaian dalam beragama.

Melalui Sekolah Keberagaman, yang telah dilaksanakan di Kalimantan Timur, kedepannya hal serupa merupakan kebutuhan bagi generasi milenial untuk meningkatkan toleransi dan mewujudkan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *