Halo, sobat damai. Pasti diantara kalian selama hidupnya pernah difitnah dan dituduh. Ada yang dituduh sebagai pembohong, pencuri, tidak punya perasaan dan bahkan ada yang dituduh sebagai pengkhianat. Atau sebaliknya pernah menuduh dan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang tidak dilakukannya.

          Pasti kalian ingin terhindar dari sifat menuduh dan memfitnah bukan ? yang merupakan perilaku intoleran di kehidupan sehari-hari. Mari, kita simak 5 (lima) kiat yang harus kita lakukan untuk terhindar dari sifat tersebut.

Pertama, yuk! Kita cek kembali dan pelajari lagi jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu benar.Jika ternyata kita salah, jangan gengsi dan malu untuk mengaku salah karena mengikuti kebenaran itu nomor satu sobat. Ya, walaupun mereka menasehatinya dengan cara yang sedikit kasar atau mungkin ada maksud tidak baik.

Kedua, memperbaiki lisan dan juga tindakan kita nih sobat, Yang merupakan cikal bakal orang memfitnah kita .Misalnya, seorang bendahara organisasi dituduh menggelapkan uang kas organisasi yang disinyalir oleh tidak transparannya laporan keuangan. Maka, hendaknya kita membuat laporan keuangan yang jelas dan rapi.

Ketiga, yuk kita merenungkan apa hal yang membuat orang lain berprasangka tidak baik kepada kita sembari mengavaluasi diri nih, sobat.

Keempat, selalu sabar, berpikir positif dan ikhlas menghadapi tuduhan yang  tidak benar. Hingga terkumpulnya bukti yang cukup.

Kelima, selalu memaafkan dan saling memberi nasihat jika sifat intoleran ini muncul pada diri kita maupun orang lain dan jangan lupa negara kita ini merupakan negara hukum. yang memiliki undang-undang dan hukum yang jelas.

Yang sesuai dengan unsur-unsur pasal 311 ayat (1) KUHP yang berisi :

  1. Seseorang;
  2. Menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan;
  3. Orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut diketahuinya tidak benar.

 

Akan tetapi, unsur-unsur pasal 311 ayat (1) KUHP ini harus merujuk pada ketentuan menista pada pasal 310 ayat (1) KUHP, yang berbunyi sebagai berikut:

Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-.[3]

Dengan ketentuan hukum seperti yang tertera diatas. Yuk, lebih berhati-hati dalam bersikap entah itu lisan maupun tindakan intoleran yang memfitnah dan menuduh seseorang tanpa bukti yang kuat.

Gimana nih sobat ? udah paham belum ?.

Semoga saja kiat-kiat diatas membantu sobat-sobat untuk berhati-hati dalam bersikap. Apalagi jika tindak intoleran itu menuduh dan memfitnah.

Semoga bermanfaat ya, sobat. Salam damai untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *